Published On: Wed, May 22nd, 2013

Rekomendasi Heviyana Hoax

DPC PDI Perjuangan Belum Terima SK, 4 LSM Siap Polisikan Sumber Informasi

vic - 4 LSM rencanakan laporkan Dedi dan Heviyana ke polisi (2)

FOTO: TAUFIQURROHMAN TSAMAWI
KLARIFIKASI. Perwakilan 4 LSM siap melaporkan sumber informasi terkait keluarnya rekomendasi DPP PDIP kepada polisi, Selasa (21/5).

SUMBER – Kabar Hj Sri Heviyana Supardi direkomendasi PDI perjuangan telah menyebar luas. Informasi tersebut ternyata memantik kemarahan sejumlah elemen. Kabar tersebut dianggap palsu alias hoax. Pendopo pun dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas menyebarnya kabar burung itu.

Di antara yang berang atas munculnya isu tersebut adalah sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sedikitnya empat tokoh aktivis LSM pun mendatangi kantor DPC, Selasa (21/5) sekitar pukul 15.00. Mereka mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.

Pantauan Rakcer, keempat LSM adalah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Karya Mitra Sejahtera (KMS), Gerakan Rakyat Membangun (Geram), dan Aliansi Gerakan Aspirasi Masyarakat Independent (Agami). Mereka dikomandoi Surakhmat SE.

Setelah bertemu jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan, mereka menyimpulkan bahwa kabar tersebut adalah berita bohong. Karena itu, mereka mengancam akan melaporkan pihak Pendopo karena diduga menyebarkan kebohongan publik.

Koordinator LSM, Surakhmat SE menegaskan bahwa pihaknya sengaja mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan untuk mempertanyakan kebenaran rekomendasi DPP yang beredar di media massa dan masyarakat luas. Namun ketua DPC dan jajarannya menegaskan bahwa informasi itu tidak benar, pasalnya belum ada bukti otentiknya dan DPP pun belum memberikan salinannya kepada DPC.

Karena itulah, pihaknya berencana melaporkan Hj Sri Heviyana bersama suaminya yang diduga melakukan manuver pembohongan publik. “Prinsipnya kami kan agen of development pemerintah. Ini adalah persoalan publik. Kami rencanakan akan melapor ke polisi setelah tahu bahwa rekomendasi itu tidak benar,” tegasnya, Selasa (21/5).

Dia juga mempertanyakan tiga poin yang penting dijawab oleh petinggi DPC PDI Perjuangan agar tidak membingungkan masyarakat. Antara lain soal pembuktian keluarnya rekomendasi untuk Heviyana, agar tidak ada opini yang menyesatkan.

Pertanyaan berikutnya adalah soal kontribusi Heviyana terhadap PDI Perjuangan selama ini. “Sejauhmana kontribusinya kok sampai bisa mendapatkan penugasan dari PDIP. Saya juga pertanyakan apakah dia kader PDIP di struktural,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, di hadapan para aktivis LSM, Ketua DPC PDI Perjuangan H Tasiya Soemadi Algotas didampingi jajarannya mengaku menyambut baik protes dan masukan yang secara resmi disampaikan ke partainya. Baginya, sangat penting masyarakat mengingatkan partai sebagai organisasi politik agar benar-benar berjuang untuk kesejahteraan rakyat. “Saya senang semua saling mengingatkan seperti aktivis LSM ini,” ujarnya.

Ketua DPRD dua periode itu memaparkan, selama beberapa bulan terakhir ini banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai pengurus DPP yang menelepon dan memberikan angin surga kepada para bacabup. Bagi  Gotas, bacabup yang terpancing dan percaya orang yang mengaku DPP dan mengklaim berlebihan telah mendapatkan rekomendasi sekadar upaya show of force (unjuk kekuatan, red) saja.

“Kalau bupati atau gubernur yang ngomong belum tentu semuanya benar. Mohon agar tidak sembarangan mengklaim dapat rekomendasi,” tandas dia.

Gotas mengaku, kabar rekomendasi untuk Heviyana membuat resah seluruh bacabup. Hampir semuanya menghubungi melalui SMS atau telepon. Di antaranya Sunjaya yang juga memprotes kabar tersebut.

Dia mengingatkan agar tidak ada klaim yang berlebihan. Siapa saja diperbolehkan untuk mengklaim, namun diharapkan bersifat wajar dan tidak mengganggu kondusivitas partainya. PDIP adalah partai yang memiliki legalitas formal dan diakui negara, sehingga rekomendasi turun kepada siapa pun harus menempuh tahapan. Karenanya tak logis bila belum ada bukti rekomendasi keluar sudah ada yang menyatakan menerima SK.

Sebagai ketua partai Gotas yakin diundang untuk menerima surat rekomendasi, kepada siapa pun tiket itu diberikan. Teknisnya, DPP akan menyerahkan surat rekomendasi melalui DPD Jabar. Selanjutnya DPD akan mengundang DPC untuk menerima surat rekomendasi atas nama partai.

”Dan tidak mungkin rekomendasi cabup atau cawabup diberikan kepada perorangan. Itu setahu saya ketentuan di partai kita,” tandasnya.

Dia meminta seluruh kader partai dari tingkat DPC hingga anak ranting tidak terpengaruh dengan kabar munculnya rekomendasi sebelum ada bukti fisik surat yang diterima DPC.

”Sebagai ketua partai mohon kader jangan terpancing SMS yang beredar mengatasnamakan DPP atau survei itu bohong. Itu tidak bisa dibenarkan. Kalau bacabup membuat manuver pasti direkomendasi terus DPP mendengar pasti dicoret,” tegas dia.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan, H Mustofa menambahkan, hingga saat ini rekomendasi belum final. DPP sendiri belum menyelenggarakan pleno penetapannya. Namun DPP dipastikan telah memiliki data sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan saat rapat pleno.

“Kami akan mengerucut dan DPP yang memplenokan secara resmi. Pecan ini atau tiga hari mendatang akan ada hasilnya. Kalau rekomendasi sudah ke Ibu Heviyana itu tidak benar, informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon itu.

Ketua FPDI Perjuangan itu mengakui bahwa sejauh ini ada bakal calon yang melampaui kewenangan DPP, dengan menegaskan telah mendapatkan rekomendasi. Itu akan berbahaya posisinya di DPP. ”DPP itu tidak bisa didikte, karena dia akan tersinggung,” kata Jimus, sapaan akrab H Mustofa.

Sementara itu, bacabup sekaligus istri bupati Cirebon, Hj Sri Heviyana Supardi belum bisa dimintai konfirmasi. Saat koran ini mengubungi orang terdekatnya melalui pesan singkat, mengonfirmasi bahwa Ketua KONI Kabupaten Cirebon itu sedang ke luar kota, tepatnya di Cilacap, Jawa Tengah menghadiri agenda Porpemda. (vic)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>